• Pandu Laut Nusantara

Banjir Rob Ancam Nelayan Kecil di Kawasan Pesisir


Sejumlah kawasan pesisir Indonesia kembali menghadapi ancaman banjir rob pertengahan tahun 2022. Mulai dari Semarang, Pekalongan, Lampung, hingga Nusa Tenggara Barat.


Selain disebabkan fenomena alam alami, banjir rob juga dapat terjadi karena pencairan es kutub imbas pemanasan global.


Sementara penyebab dari aktivitas manusia, adanya pemompaan air tanah berlebihan, pengerukan, reklamasi pantai hingga eksploitasi lahan pesisir.


Fenomena ini menandakan terjadinya penurunan kualitas lingkungan. Keberadaan proyek-proyek nasional memakan banyak ruang lingkungan.


Ini salah satunya terjadi dalam pembangunan jalan tol Semarang. Proyek jalan bebas hambatan ini direncanakan merelokasi 46 hektare kawasan mangrove.


Rencana ini turut memberi dampak lantaran hutan mangrove merupakan benteng pelindung kawasan pesisir dari abrasi dan ombak. Bila terus berlanjut, banjir rob bakal berdampak pada mulai timbulnya penyakit, kontaminasi air tanah, hingga terganggunya aktivitas pekerjaan masyarakat.


Sedangkan dari aspek ekonomi, pekerja terutama nelayan bakal menjadi yang paling terdampak. Kerusakan tambak hingga tidak bisa melaut bisa membuat para nelayan mengalami kerugian.


Rencana pembangunan yang memangkas ruang laut, wilayah pesisir, serta merusak keanekaragaman hayati dan wilayah konservasi patut dikaji ulang kelanjutannya.


Sumber: Koalisi Koral.

1 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua