• Pandu Laut Nusantara

Kapal untuk Panglima Laut Simeulue, Penjaga Terumbu Karang dan Hutan Mangrove

Jam menunjukkan pukul 15.00 WIB saat Wakil Sekretaris Pandu Laut Nusantara Suhana bersama tim Susi Cek Ombak memulai 'berburu' calon penerima kapal. Cuaca perairan Teluk Dalam, Pulau Simeulue, Provinsi Aceh, cukup terik sore itu terlebih lagi di tengah ibadah puasa, meski ombak tidak terlalu ganas.


Lawatan ke Aceh kali ini dalam rangka membagikan kapal, salah satu agenda yang masuk program rutin Pandu Laut. Sesuai arahan Ketua Umum Susi Pudjiastuti, Suhana menargetkan pencarian pertama ke nelayan kecil dan juga panglima laut.


Lautan di Aceh dikenal punya otoritas adat sendiri, merekalah panglima laut yang bertugas dan bertanggung jawab secara adat menjaga lautan.


Abdul Hamid, panglima laut Salur, mencoba kapal dari Pandu Laut Nusantara.


Bergerak dari dermaga menggunakan perahu, Suhana dan tim kemudian mengitari kawasan hutan mangrove dan perairan yang menjadi habitat terumbu karang. Berdasarkan penjelasan dari beberapa nelayan, si panglima laut akan mudah ditemui di sekitar perairan ini di waktu sore hari.


Pukul 15.36, Suhana meminta kapal yang kami tumpangi mengejar dua nelayan yang tengah kusyuk di antara pohon-pohon bakau. Dari gerak-gerik keduanya dan perahu yang tidak dinyalakan, Suhana beramsusi merekalah yang sedang kita cari.


"Sedang cek-cek di sini, cek terumbu karangnya, terus mana tahu di sini ada yang ngebom," ujar nelayan yang memperkenalkan diri bernama Safrizal itu. "Kita panglima laut dari Kecamatan Teluk Dalam," sambungnya.


Safrizal, panglima laut Teluk Dalam, Simeulue.


Merasa nelayan yang ada di depan mata adalah yang dicari, Suhana tanpa babibu lantas menawarkan untuk menghadiahi kapal. "Ah yang benar Pak (Suhana)? Kalau memang benar ini yang saya minta Pak, mendukung tugas kami," jawab Safrizal sontak dan tampak cukup kegirangan.


Nelayan berusia 53 tahun itu kemudian curhat bahwa kapal memang menjadi kendala terbesarnya dalam mengemban tugas panglima laut.


"Kemarin-kemarin kita pinjam. Kadang-kadang masyarakat nelayan melapoor, kita mau susuri kapal ndak ada," ujarnya.


Susi Pudjiastuti Minta Panglima Laut Perangi Pengebom Ikan

Safrizal tengah berbincang dengan Wakil Sekretaris Pandu Laut Nusantara Suhana.


Kapal buat Safrizal kemudian diserahkan langsung oleh pendiri Pandu Laut Susi Pudjiastuti dengan menggelar live instagram bersama Susi Cek Ombak. Tujuannya, agar para Kawan Susi bisa melihat langsung proses penyerahan.


Kapal diserahkan untuk dua panglima laut dan dua nelayan yang sudah dicari tim sebelumnya. Sedangkan dua lagi, akan menyusul diberikan kepada panglima laut.


Setelah sempat mengobrol dan menjelaskan alasan kenapa memilih Simeulue sebagai tempat pembagian kapal, Ketua Umum Pandu Laut kemudian berpesan terutama supaya kapal-kapal tidak dijual.


Kemudian juga pesan agar menjaga hutan mangrove yang disebut sebagai salah satu pelindung Pulau Simeulue dari bencana tsunami 2004 silam.


"Yang penting Teluk Dalam harus dijaga dari yang ngebom, ini salah satu teluk terbesar di Indonesia. Kalau ada buldoser datang mau tebang mangrove kalian cegat. Salur itu jangan ada yang ngebom, dengan mesin Yamaha 15 horse power ini cepat sekali, kejar yang main-main potas dan bom kejar," pungkas Ketua Umum Susi Pudjiastuti.

6 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua