top of page
  • Gambar penulisPandu Laut Nusantara

Akibat Cuaca Buruk, Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Cilacap Belum Berhasil


Potret pencarian nelayan yang hilang. (Foto: ARSIP BASARNAS CILACAP)

Proses pencarian anak buah kapal (ABK) yang diduga tenggelam dan hilang di perairan Cilacap belum menemukan titik terangnya hingga Kamis (9/2/2023).


Hal tersebut terkendala akibat angin kencang dan ombak tinggi. Sebelumnya, kapal nelayan Gilang Putra Ramadhan Jaya yang ditumpangi lima orang hilang kontak pada Senin (6/2/2023) pukul 23.00.


Ketua Umum Pandu Laut Nusantara Susi Pudjiastuti ikut berbelasungkawa atas kejadian tersebut. Duka citanya dituliskan di akun Twitter miliknya.


"Semoga lekas ditemukan. Al Fatihah." tulis Susi dengan emoticon sedih pada Kamis (9/2/2023).


Adapun tiga nelayan bisa diselamatkan, yaitu Daryono (45), Misnadi (42), dan Lung (52), namun dari hasil pencarian tersebut, ditemukan Miun (50) meninggal dunia, sedangkan seorang nelayan lainnya yang belum ditemukan, yaitu Mandra.


Dari kejadian tersebut, Humas Basarnas Cilacap Saeful Anwar mengatakan, nelayan hilang belum ditemukan. Proses pencarian terus dilakukan.


"Kendala utama pencarian adalah dampak cuaca buruk. Angin kencang dan ombak tinggi 3-4 meter selalu terjadi di atas pukul 11.00," katanya.


Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Sutikni menyampaikan, BMKG memprakirakan terjadi curah hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang untuk 10-12 Februari 2023.


BMKG Cilacap juga menerbitkan peringatan dini gelombang dini yang berlaku 9 Februari 2023 pukul 07.00-10 Februari 2023 pukul 07.00.


Selain itu, gelombang tinggi 2,5 meter hingga 4 meter berpotensi terjadi antara lain di perairan selatang Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Yogyakarta.


Sumber: Kompas.id

2 tampilan0 komentar

Comentarios


bottom of page