• Pandu Laut Nusantara

Intrusi Kapal China dan Absennya Penenggelaman Kapal




Intrusi kapal China kembali marak di perairan ZEE Indonesia khususnya di Laut Natuna Utara.


Seorang nelayan tradisional Natuna bernama Dedi (38 tahun) merekam kapal penjaga pantai China (China Coast Guard/CCG) melintas di hadapan mereka, Kamis (8/9). Dalam video tersebut, terlihat kapal dengan nomor lambung 5403 melaju perlahan.


“Yah, dia (kapal CCG) mau memutar haluan kapal kami, jangan takut, haluan lurus, NKRI harga mati,” ujarnya. Dedi menceritakan, kapal CCG itu tidak hanya melintas tetapi mengadang kemudian mengitari kapal Dedi selama 15 menit.


“Saya mau melintas menuju koordinat satu lagi, dia datang dari depan menghadang saya, kemudian mengelilingi saya, ibarat kita bawa motor, dikelilingi orang, bagaimana rasanya,” jelasnya.


Ketua Aliansi Nelayan Natuna (ANN) Hendri menyebut tindakan kapal CCG kepada Dedi sebagai bentuk intimidasi. Tidak hanya melintas damai tetapi sudah melakukan manuver dengan cara memutari kapal nelayan. “Ini cerita agar kapal (nelayan) Natuna bergeser,” kata Hendri, Senin (12/9).


Adapun senior Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI) Imam Prakoso membenarkan kapal CCG di perairan ZEE Natuna berdasarkan pemantauan citra satelit analisis perangkat perangkat otomatis (automatic identification system /AIS).


“Cocok dengan video temuan nelayan, ini kapal (CCG) tidak masuk lewat, tapi patroli, keluar, mondar-mandir. Kalau melintas, grafik akan garis lurus,” kata Imam


Imam menambahkan, kapal CCG ini sudah jauh dari ZEE mereka. Menurut Imam, tindakan CCG seperti menunjukkan klaim ekistensi mereka terhadap Nine Dash Line di perairan Natuna, karena sampai saat ini pemerintah Indonesia tidak mengakui Nine Dash Line atau sembilan garis putus-putus yang diklaim China tersebut.


Kendati demikian menurut Dedi patroli Indonesia sangat lemah, sehingga kapal Vietnam bisa menanam rumpon di Natuna. Berbeda dengan Malaysia, beberapa hari lalu kapal kecil Indonesia yang sedang memancing ditangkap dan dibawa ke darat. Sampai saat ini nelayan tersebut belum juga kembali ke Natuna.


“Kapal kecil saja, ditangkap Malaysia, ini kapal negara lain yang berukuran besar dan merusak bebas saja di Indonesia. Berarti kita di wilayah Indonesia ini lalai soal patroli,” ujarnya.


Ketua umum Pandu Laut Nusantara Susi Pudjiastuti geram mengetahui hal ini. Kala menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi bakal langsung menenggelamkan kapal-kapal yang melakukan intrusi dan pelanggaran hukum di ZEE Indonesia.


"Bagi saya, tidak ada hal yang paling mengerikan bagi pemilik kapal selain kapalnya ditenggalamin. Berdasarkan karena saya ini orang laut ya, adil sekali. Kau curi ikan, kau kembali jadi rumah ikan!," tegas Susi.


Pendiri Pandu Laut itu pun berharap Presiden Jokowi dan TNI AL segera memperketat patroli di Laut Natuna. Terutama untuk mengusir kapal-kapal asing yang mengganggu nelayan Natuna.

"Ayo dong sat set set selesaikan itu kapal-kapal pencuri ikan. Tenggelamkan setiap kapal pencuri yang melawan, gaungkan dan laksanakan kembali penenggelaman kapal."

Sumber: Mongabay

16 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua