top of page
  • Pandu Laut Nusantara

Kembali Terjadi, Vietnam Mencuri Ikan di Laut Natuna


Salah satu kapal asing Vietnam yang ditangkap TNI AL pada akhir tahun 2021. Foto : Humas TNI AL

Di akhir tahun 2022 nelayan Natuna kembali melaporkan enam kapal ikan asing (KIA) Vietnam mencuri ikan di laut Natuna (illegal, unreported, unregulated fishing/IUUF), Selasa, 27 Desember 2022.


Ketua Aliansi Nelayan Natuna (ANN) Hendri mengatakan, nelayan menemukan kapal asing Vietnam di laut dalam posisi bergandengan. Kondisi itu menandakan kapal ini menggunakan pukat harimau atau trawl. Alat tangkap menggunakan dua kapal yang bergerak perlahan menyapu ikan di laut.


Adapun dari koordinat GPS nelayan, Hendri mengatakan, kapal Vietnam berada lebih kurang hanya 20 mil dari Pulau Laut Natuna. Keberadaan kapal tersebut semakin dekat dibandingkan laporan-laporan sebelumnya.


“Kalau sudah dekat begitu, apakah patroli (kapal pemerintah Indonesia) memang ada atau tidak, kita tidak tahu,” kata Hendri.


Selain itu, menurut analisis peneliti Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI), ia menduga kapal yang berpapasan dengan nelayan merupakan KIA Vietnam.


“Ini (KIA Vietnam) cuma 20 nautical mil dari Pulau Laut. Ini dekat sekali. Biasanya, paling dekat terpantau 40-50 nautical mil,” kata Imam Prakoso Analis Senior IOJI.


Imam mengatakan, selain faktor angin dan cuaca buruk, alasan KIA Vietnam semakin berani mendekat ke Laut Natuna, karena kapal patroli Indonesia kemungkinan tidak berpatroli.


“Faktor satu, dua dan tiga menyebabkan kekosongan kapal-kapal Indonesia di wilayah Laut Natuna Utara yang kemudian dimanfaatkan KIA Vietnam,” katanya.


Kala Ketua Umum Pandu Laut Nusantara Susi Pudjiastuti menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi akan langsung menenggelamkan kapal-kapal yang melakukan intrusi dan pelanggaran hukum di ZEE Indonesia.


Pendiri Pandu Laut itu pun berharap Presiden Jokowi dan TNI AL segera memperketat patroli di Laut Natuna. Terutama untuk mengusir kapal-kapal asing yang mengganggu nelayan Natuna.


"Ayo dong sat set set selesaikan itu kapal-kapal pencuri ikan. Tenggelamkan setiap kapal pencuri yang melawan, gaungkan dan laksanakan kembali penenggelaman kapal."


Sementara itu, Hendri berharap, pemerintah harus serius menangani masalah Laut Natuna, tidak hanya untuk nelayan, tetapi juga kedaulatan bangsa. Akibat intrusi kapal asing, nelayan tradisional Natuna tersingkirkan dari laut mereka sendiri.


Nelayan terpaksa menangkap ikan di laut perbatasan Malaysia. Di perairan tersebut, nelayan dibayangi risiko ditangkap kapal patroli negara Malaysia yang berujung penjara dan denda.


“Sudah ada nelayan kita yang ditangkap, bahkan sekarang masih ditahan di Malaysia,” pungkasnya.


Sumber: Mongabay.

7 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua
bottom of page