top of page
  • Gambar penulisPandu Laut Nusantara

Kontainer Jatuh ke Laut, Ikan-Ikan Mendadak Mati di Pelabuhan Namlea


Kontainer yang jatuh ke laut berhasil diangkat ke daratan. (Dok: Ist)

Kontainer diduga berisi bahan kimia yang hendak diturunkan dari atas KM Doloronda ke Pelabuhan Namlea, Kabupaten Buru, Maluku terjatuh ke laut, akibatnya ratusan ikan mendadak mati, Selasa (28/3/2023).


"Dugaan saya, kemungkinan besar kontainer tersebut berisi bahan kimia, karena ini berdampak pada ikan yang mati berceceran di sekitar pelabuhan," kata Wawan (32) salah seorang warga setempat.


Adapun kejadian itu diduga terjadi karena tali sling penahan kontainer tersebut putus.


Kepala Seksi Humas Polres Buru Aipda Djamaludin mengatakan, peristiwa tersebut terjadi saat kapal milik PT. Pelni sedang melakukan bongkar muat di Pelabuhan Namlea.


"Saat kontainer akan diturunkan tali baja crane putus, lalu kontainer terjatuh ke laut, setelah itu beberapa saat kemudian ikan-ikan mati," terangnya.


Kontainer yang dikirim dari Makassar, Sulawesi Selatan tujuan Namlea itu berhasil diangkat kembali oleh petugas berwenang pada Rabu (29/3/2023).


Atas insiden terjatuhnya kontainer diduga berisi bahan kimia itu pun membuat warga di Namlea merasa khawatir, lantaran mereka takut air laut di kawasan itu telah tercemari.


"Bagaimana tidak takut, pas kontainer jatuh beberapa saat kemudian itu ada ribuan ikan di sekitar pelabuhan tiba-tiba mati," kata Sudin Amin, warga setempat.


Selain itu, Sudin mengaku di sekitar tempat jatuhnya kontainer itu, air lautnya juga berubah kecokelatan. Saat kontainer diangkat, cairan cokelat itu masih terus keluar dari dalam kontainer dan jatuh ke laut.


"Itu paling ngeri sekali, itu karena ada zat kimia di karung-karung itu," ujarnya.


Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buru bersama pihak berwenang lainnya telah memantau kontainer tersebut. Namun mereka belum bisa memberikan keterangan resmi soal isi dari kontainer itu.


Kepala Dinas Linkungan Hidup Kabupaten Buru Adjid Hentihu mengatakan, pihaknya akan menunggu hasil investigasi dari aparat penegak hukum soal kejadian itu.


"Kita belum bisa berspekulasi, kita tunggu hasil investigasi dari ahli dan tim penegak hukum," tuturnya.


Sementara itu, PLT Kepala Operasional PT. Pelni Namlea Rian mengaku, tidak tahu menahu isi kontainer tersebut, karena Pelni hanya sebagai penyedia jasa angkut, sedangkan terkait muatan sepenuhnya tanggung jawab pihak ketiga atau ekspedisi.


Kendati demikian, Rian juga belum mengetahui nama ekspedisi yang mengirimkan barang tersebut, dan kontainer yang jatuh ke laut juga bukan milik PT. Pelni.


"Kami hanya sebagai jasa pengangkut muatan, untuk isi barang kami tidak tahu, yang lebih tahu adalah pengirim dan penerima," jelasnya.


Diketahui, kontainer yang jatuh ke laut tersebut bernomor DBL 8930326000018 milik seseorang atas nama Fadli.


"Kami sedang menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian terkait penerima barang, tapi di manifes sendiri tertulis pemiliknya Fadli," pungkasnya.


Dinas Perikanan Kabupaten Buru pun mengeluarkan edaran berupa himbauan agar warga tidak mengonsumsi ikan yang mengapung di sekitar lokasi kejadian.


Himbauan tertulis tersebut ditandatangani oleh Ufhaira Bin Taher selaku Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buru.


Sumber: Kompas.com, Spektrum, Tribun Ambon

17 tampilan0 komentar

Коментарі


bottom of page