top of page
  • Gambar penulisPandu Laut Nusantara

Masyarakat Berdaya Laut Berjaya: Kisah Pemberdayaan Perempuan dari Pulau Pari



Pulau Pari adalah salah satu pulau yang terletak di gugusan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pulau yang memiliki luas 41,3 hektar ini dikelilingi oleh hamparan pantai yang indah sekaligus menjadi daya tarik pariwisata yang menumbuhkan perekonomian lokal. Masyarakat Pulau Pari memiliki kearifan lokal dalam menjaga lingkungan laut dan memanfaatkannya secara berkelanjutan. Melalui eksistensi Forum Peduli Pulau Pari (FPPP) dan Kelompok Perempuan Pulau Pari (KPPP) sebagai bentuk upaya masyarakat untuk mengelola dan menjaga lingkungan Pulau Pari. Terutama dari kalangan perempuan di Pulau Pari, Kelompok Perempuan Pulau Pari (KPPP) yang beranggotakan 20 orang, mereka memiliki peran penting dalam kegiatan sehari-hari dan pengelolaan sumber daya alam laut dan pesisir di Pulau Pari. Komitmen mereka untuk menjaga laut bukan tanpa sebab, pasalnya kehidupan mereka bertopang pada laut karena mayoritas masyt Pulau Pari yang berprofesi sebagai nelayan termasuk para perempuan-perempuan tersebut. 


Ketika sektor pariwisata yang menjadi sumber penghidupan masyarakat di Pulau Pari mendatangkan pendapatan yang tidak menentu setiap harinya, karena pengunjung Pulau Pari akan ramai pada hari libur atau akhir pekan saja. Maka perempuan Pulau Pari turun tangan dan melaut untuk menopang perekonomian keluarga mereka. Berbeda dari daerah-daerah lain di Indonesia, yang biasanya profesi nelayan digeluti oleh kaum laki-laki. Di Pulau Pari profesi nelayan menjadi hal yang lazim bagi perempuan, serta memiliki peran yang sangat vital, di mana kontribusi mereka mencakup berbagai aspek, mulai dari keluarga, ketahanan pangan, hingga menjaga kelestarian lingkungan laut. Namun sayangnya peran mereka sebagai nelayan perempuan sering terhambat oleh akses fasilitas melaut yang memadai, mereka masih menggunakan perahu kayu yang sudah usang. 



Melihat realita dan kondisi yang dialami para nelayan perempuan Pulau Pari, Pandu Laut Nusantara membantu akses mereka terhadap fasilitas melaut yang memadai, yaitu berupa 2 (dua) buah perahu fiber yang diberikan kepada Kelompok Perempuan Pulau Pari melalui acara “Women of the Sea: Boat Sharing and Mangrove Planting” pada hari Minggu, 25 Februari 2024 di Pantai Pasir Perawan, Pulau Pari. Penyerahan perahu tersebut dilakukan oleh CEO dan Founder Pandu Laut yaitu Ibu Susi Pudjiastuti kepada Ibu Asmania selaku ketua Kelompok Perempuan Pulau Pari (KPPP). Tradisi pecah kendi yang dipimpin oleh Ibu Susi menjadi highlight dari prosesi serah terima perahu ini, “Semoga perahunya membawa rezeki, bisa dapat ikan yang banyak dan selamat dari bahaya di laut” ungkap Ibu Susi sembari melemparkan kendi ke salah satu perahu tersebut. Tujuan dari bantuan perahu ini adalah sebagai katalisator pemberdayaan masyarakat pesisir terutama nelayan perempuan serta meningkatkan aksesibilitas perempuan Pulau Pari ke perairan untuk kegiatan melaut.




Geliat Kelompok Perempuan Pulau Pari selain pergi melaut, mereka juga melakukan aksi solidaritas untuk membuka objek wisata yaitu Pantai Rengge, pada tahun 2019. Kemudian pada lahan-lahan yang kosong di sekitar Pantai Rengge, mereka membuat perkebunan sederhana, yang berisikan kangkung, sawi, bawang, jagung, cabai, tomat, dan berbagai tanaman buah dan sayur lainnya. Tujuan pembuatan kebun ini agar pasokan pangan masyarakat Pulau Pari tetap terjaga, terutama pada saat-saat krusial seperti pada masa pandemi covid-19. “Waktu pandemi kita panen kangkung lalu dibagikan ke 4 RT Pulau Pari” tutur Ibu Asmania sembari menunjukkan hasil tanam kebun sayur kepada Ibu Susi Pudjiastuti. Pada kesempatan yang sama Pandu Laut juga mendonasikan 10 (sepuluh) bibit nanas untuk ditanam di kebun, supaya di kemudian hari dapat berbuah dan dimanfaatkan oleh masyarakat Pulau Pari.


Kelompok Perempuan Pulau Pari juga merawat ekosistem mangrove dengan melakukan penanaman dan pembudidayaan bibit bakau secara rutin. Ekosistem bakau di Pulau Pari memiliki berbagai macam manfaat seperti mengurangi dampak abrasi, meningkatkan ketahanan nelayan terhadap dampak perubahan iklim, memperkuat garis pantai di Pulau Pari serta sebagai objek pariwisata yang dapat membantu pemasukan masyarakat Pulau Pari. Mengingat segudang manfaat dari ekosistem mangrove tersebut, dalam acara Women of the Sea penanaman mangrove menjadi elemen penting acara ini. Pada kesempatan tersebut Ibu susi beserta peserta acara yang terdiri dari jajaran kelompok perempuan Pulau Pari, Forum Peduli Pulau Pari, Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD), DANRAMIL TNI AD Kepulauan Seribu dan segenap masyarakat Pulau Pari beserta wisatawan turut menanam sebanyak 1.800 bibit mangrove di sekitar hutan mangrove Pantai Pasir Perawan. Bibit tersebut didapatkan dari donasi kolektif antara Pandu Laut Nusantara dan Danramil TNI AD Kepulauan Seribu. Ditengah kegiatan penanaman mangrove Ibu Susi menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat Pulau Pari, “Terima Kasih kepada warga Pulau Pari yang telah membantu menjaga lingkungan, mencegah efek jelek dari perubahan cuaca dengan menanam mangrove”. Ibu Susi juga memuji kondisi Pantai Pasir Perawan yang bersih, namun beliau tetap berpesan “Kalau bisa wisata Pulau Pari bebas plastik, terutama plastik sekali pakai!” tuturnya kepada masyararakat Pulau Pari.



Peran dan solidaritas masyarakat Pulau Pari melalui Forum Peduli Pulau Pari (FPPP) dan Kelompok Perempuan Pulau Pari (KPPP) dalam mengelola sumber daya alamnya adalah contoh sukses pengembangan ekonomi biru. Yaitu pengembangan ekonomi berkelanjutan yang berfokus pada pengelolaan sumber daya laut termasuk pariwisata bahari, pengelolaan lingkungan pesisir dan perikanan berkelanjutan. Berkaca dari kegigihan masyarakat Pulau Pari dan Kelompok Perempuannya yang berperan aktif dalam ekonomi biru, Pandu Laut dengan senang hati menghadirkan acara Women of the Sea: Boat Sharing and Mangrove Planting, untuk membantu kapasitas masyarakat terutama Kelompok Perempuan agar dapat memanfaatkan fasilitas perahu untuk meningkatkan aksesibilitas mereka terhadap sumber daya laut, dan memperkuat peran perempuan dalam keberlanjutan ekonomi pesisir. Dukungan Pandu Laut dalam program ini selaras dengan misi utama kami yaitu pemberdayaan masyarakat dan lingkungan pesisir di Indonesia. Misi tersebut kami jalankan dengan semangat “Masyarakat Berdaya, Laut Berjaya”, kalimat tersebut kami artikan sebagai upaya pemahaman dinamika masyarakat pesisir dalam mencapai perubahan ke arah yang lebih baik. Kami hadir dengan mendengarkan kisah-kisah bermakna dari setiap penjuru pesisir Indonesia, lalu mengambil tindakan dan aksi  untuk melengkapi kapsistas mereka untuk berdaya dan mandiri, demi kelangsungan kesejahteraan dan keberlanjutan masyarakat di pesisir Indonesia. 


Akhir kata kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak yang turut mensukseskan keberlangsungan acara Women of the Sea: Boat Sharing and Mangrove Planting ini. Kami mengapresiasi bantuan serta dukungan dari  Kelompok Perempuan Pulau Pari (KPPP), Forum Peduli Pulau Pari (FPPP), dan segenap masyarakat Pulau Pari yang telah memfasilitasi Pandu Laut demi kelancaran kegiatan ini. Terimaksih juga kepada Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD), DANRAMIL TNI AD Kepulauan Seribu atas donasi dan partisipasi aktifnya untuk membantu Pandu Laut dan masyarakat Pulau Pari, beserta seluruh peserta dan volunteer yang berkontribusi langsung, kalian adalah inspirasi dari setiap perjalanan Pandu Laut. (*)

     


10 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comentarios


bottom of page