• Pandu Laut Nusantara

PARIWISATA LAUT JELANG NEW NORMAL




Pandu Laut (JAKARTA) – Setelah lebih dari tiga bulan pariwisata khususnya sektor menyelam (diving) mati suri, saat ini bersiap untuk bangkit memasuki fase new normal. Apa saja persiapan dan strategi supaya pariwisata laut kembali menjadi primadona, berikut hasil wawancara reporter Pandu Laut.

“Terus terang pasca corona, wisata merupakan sektor yang terdampak cukup parah. Lalu mendengar akan dibukanya kembali sektor wisata, kami looking forward – sangat menunggu. Di sisi lain, kami pun berhati-hati untuk menghindarinya. Yang menjadi perhatian kami adalah penularan virus ini dikatakan melalui droplets, dan diving ini menggunakan peralatan. Jika peralatan itu di share/ dirental, akan menjadi sumber penularan yang besar,” kata salah satu tim Penyusun SOP New Normal Wisata Selam Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, PADI Industry Consultant, Co-Owner of Bubbles Dive Center Jakarta, Daniel Abimanju Carnadie.

Para diving center, sudah memiliki prosedur disinfektan peralatan diving. Hal ini sudah disosialisasikan ke industri beberapa kali. Memang terdapat beberapa hal yang wajib diikuti, seperti masalah disinfektan peralatan diving dan tentunya yang lain bisa kita ikuti dari yang sudah dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan (DepKes) seperti jaga jarak, cuci tangan dan sebagainya.

“Satu yang menjadi bagian dari aktifitas kita adalah ada yang menggunakan kolam renang. Kalau kolam renang tersebut menggunakan kolam renang pribadi, yang mana dimanage oleh usaha dive center nya sendiri, itu lebih mudah dikontrol. Sedangkan kalau menggunakan kolam renang umum dalam latihan diving, maka akan menjadi concern kami,” kata Daniel.

Sementara menurut Direktur Joel Bungalows dan Ketua Taman Rekreasi Indonesia (DPD Putri Aceh), Zulfitri mengatakan bahwa kembali dibukanya sektor wisata laut dianggap sebagai hal yang positif.

“Kami yang tinggal di Aceh sangat mengharapkan wisata laut dapat hidup kembali setelah terdampak pandemi Covid-19. Dengan adanya kebijakan new normal, kita sebagai penggerak dan pelestari biota laut, anggap sangat positif untuk perekonomian Indonesia,” katanya.

Sebagai pelaku usaha, sebenarnya perubahan tidak terlalu signifikan, dimana tamu yang datang akan diberi pengarahan untuk tidak berkumpul di satu titik dan selalu mencuci tangan, serta menggunakan masker. Ini jelas untuk kesehatan bersama, karena tak hanya covid-19 tapi terdapat juga beberapa penyakit menular lainnya seperti TBC dan sejenisnya.

“Kami di Aceh Besar masih berada di zona hijau yang mana kita bukan di daerah transit. Sehingga begitu ditutupnya akses darat dan udara ke Aceh, kami malah mendapatkan keuntungan. Di sini kami jadi berfokus pada menghidupkan market lokal dulu agar ekonomi masyarakat Indonesia bisa bangkit kembali. Dengan langkah ini pun kita dapat menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia bisa bangkit usai pandemi,” ujar Zul optimis.

Reporter: Bastian Saputra Pinang

Editor: Regina Safri

0 views

Home Base : Pangandaran

Hotline : 0811 1091 518 | email : aku@pandulaut.org

  • Instagram
  • YouTube Social  Icon
  • Twitter
  • Facebook Social Icon

©2019 @pandulaut.org