• Pandu Laut Nusantara

PAWAI BEBAS PLASTIK 2020 “MENDORONG PEMERINTAH LEBIH SERIUS MENANGANI SAMPAH PLASTIK”


JAKARTA (Pandu Laut) - Sebanyak 60 komunitas dan organisasi se-Indonesia menyerukan kembali pengurangan plastik sekali pakai khususnya di tengah pandemi seperti ini, hal itu disampaikan melalui dalam jaringan (daring) zoom, Selasa (30/6).

Pawai Bebas Plastik 2020 menyampaikan kembali tiga tuntutan yang disampaikan pada Pawai Bebas Plastik tahun lalu, yaitu: (1) Mendorong pemerintah untuk melarang penggunaan plastik sekali pakai; (2) Mendorong pemerintah untuk memperbaiki sistem tata kelola sampah; dan (3) Mendorong produsen dan pelaku usaha untuk bertanggung jawab atas sampah pasca konsumsi.

“​Kami sangat bersemangat untuk menyelenggarakan kembali Pawai Bebas Plastik di tahun 2020. Berbagai capaian-capaian kecil telah kami raih dari tiga tuntutan utama yang didukung oleh 49 organisasi masyarakat dan 1.200 pendukung pawai pada tahun lalu. Kami ingin kembali menunjukkan bahwa kekuatan masyarakat yang solid dapat mendorong perubahan besar bagi lingkungan hidup kita,” ujar ​Tubagus Soleh Ahmadi, selaku Direktur Eksekutif Daerah Walhi DKI Jakarta.

Sementara, Ocean Program Econusa, Sumardi Ariansyah mengatakan bahwa target dalam upaya untuk mengurangi sampah terutama sampah plastik sebesar 30 persen di 2025 dan penanganan sampah sebesar 70 persen di tahun yang sama oleh pemerintah masih belum signifikan.

“Pada masa pandemik Covid-19 justru adanya peningkatan volume sampah yang terjadi. Pawai plastik mengupayan dukungan kepada semua pihak bahwa pengurangan dan penanganan sampah terutama sampah plastik harus menjadi agenda prioritas di Indonesia,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan di Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat. Provinsi DKI Jakarta menjadi ibukota kedua di Asia Tenggara, setelah Bangkok (Thailand) yang melarang penggunaan kantong plastik.

“​Saat ini ada lebih dari 30 kabupaten/kota dan juga provinsi yang telah memiliki peraturan di tingkat daerah untuk melarang penggunaan kantong plastik dan plastik sekali pakai lainnya. Provinsi DKI Jakarta adalah salah satu yang kami serukan pada saat Pawai Bebas Plastik tahun lalu untuk mengikuti jejak Provinsi Bali yang telah lebih dahulu menerapkan pelarangan pada kantong plastik, sedotan, dan polistirena. Di tahun ini, tepatnya pada 1 Juli 2020, Provinsi DKI Jakarta akan segera mewujudkan aspirasi masyarakat untuk melarang penggunaan kantong plastik dan mewajibkan penggunaan kantong guna ulang. Hal ini adalah salah satu capaian dari tuntutan masyarakat dan patut kita rayakan dan dukung implementasinya sehingga semakin banyak daerah yang melakukan hal seperti ini,” jelas Tiza Mafira, Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik​.

Namun, sayangnya inisiatif pemerintah daerah dalam pengurangan sampah belum diimbangi dengan perbaikan tata kelola penanganan sampah. Masih banyak sampah yang belum terpilah darisumber dan ditangani sesuai dengan jenis/karakteristiknya. Sampah-sampah tersebut masih dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA) dan banyak dari TPA tersebut sudah mencapai kapasitas maksimum, termasuk TPA Bantar Gebang.

0 views

Home Base : Pangandaran

Hotline : 0811 1091 518 | email : aku@pandulaut.org

  • Instagram
  • YouTube Social  Icon
  • Twitter
  • Facebook Social Icon

©2019 @pandulaut.org