• Pandu Laut Nusantara

Sampah Kayu Kiriman Banjir Bandang Sungai Bilukpoh, Terseret Ombak Lagi ke Tengah Laut


Warga mengambil sampah kayu di pantai. Foto: NusaBali.com

Banjir bandang yang terjadi di Sungai Bilukpoh beberapa pekan lalu, membawa sampah-sampah kayu beserta sampah lainnya ke laut, dan berakhir terdampar di sepanjang pantai Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali.


Adapun dari kejadian itu, biota-biota laut yang hidup di sekitar perairan tersebut menjadi terancam, karena kiriman banjir bandang ini membuat laut tercemar dan kotor.


Bukan hanya Pantai Delod Berawah, sampah-sampah kiriman banjir bandang tersebut juga menutupi Pantai Tembles dan Pantai Tegal Cangkring.


Sampah-sampah kayu ini, dari berukuran kecil hingga berukuran besar, belum ada semacam penanganan dari dinas terkait, maupun pihak desa, namun kayu-kayu sedikit berkurang, lantaran diambil warga untuk keperluan mereka.


Selain itu, beberapa hari terakhir, tumpukan kayu yang mencemari pantai tersebut berkurang drastis, karena terbawa kembali ke laut saat air laut pasang naik.


“Lebih banyak yang dibawa ombak lagi ke laut, saat ombak besar,” kata salah seorang warga.


Hal tersebut juga dibenarkan Perbekel Desa Delod Berawah I Made Rentana. Menurutnya, setelah terjadi banjir bandang di Sungai Bilukpoh, memang banyak kayu-kayu yang terbawa banjir berserakan di pantai. Lantaran jumlahnya banyak, jadi sulit dibersihkan.


“Alam yang mengambil, sudah bersih ditarik ke tengah saat air laut naik,” terangnya.


Kendati demikian, tumpukan kayu yang kembali hanyut ke laut, berpotensi akan berakhir terdampar di pantai-pantai lain, karena sampah-sampah tersebut mengapung dan dibawa arus laut.


Tanpa adanya penanganan terkait sampah-sampah kayu tersebut, maka tidak menutup kemungkinan pantai-pantai lain menjadi rantai persinggahan berikutnya. Lantas, bagaimanakah penanganan pemerintah terhadap kejadian tersebut?


Sumber: radarbali.id, wartabalionline.com.

13 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua