top of page

Pantai Cilacap Kembali Tercemar Minyak Mentah

  • Gambar penulis: Geoffrey Meyssonnier
    Geoffrey Meyssonnier
  • 30 Jun 2022
  • 1 menit membaca

Pantai Cilacap kembali tercemar ceceran minyak mentah berwarna hitam. Pencemaran ini mulai diketahui sejak Senin malam (27/6) setelah masyarakat nelayan mencium bau menyengat.


Mereka kemudian berbondong-bondong turun ke pantai untuk membersihkan tumpahan minyak mentah tersebut. Ketua HNSI Cilacap Sarjono mengatakan, Peristiwa yang sama sebelumnya pernah terjadi pada tahun 2015 atau 7 tahun silam.


Dia menjelaskan, dengan adanya ceceran minyak yang mencemari perairan Cilacap, maka yang bakal terdampak adalah biota laut. Itu berarti, efeknya juga sampai ke nelayan.


ā€œSementara ini yang jelas-jelas terdampak akibat ceceran minyak tersebut adalah nelayan di Tambakreja dan Sentolokawat. Jumlah nelayan di lokasi setempat ada 2 ribu orang,ā€ ujarnya.


Pencemaran minyak mentah yang berbau menyengat membuat ikan menjauh. Sehingga hal itu akan berimbas pada hasil tangkapan nelayan.


Berdasarkan pengalaman-pengalaman kejadian pencemaran sebelumnya, ceceran minyak mengakibatkan hasil tangkapan merosot hingga 75 persen.

"Kalau sekarang nelayan harian mampu menangkap ikan atau udang hingga 50-100 kg, maka dengan adanya pencemaran ini, bisa saja hanya mendapat 12,5 kg hingga 25 kg,ā€ ujar Sarjono.


Sumber: Mongabay.

Ā 
Ā 
Ā 

Komentar


Pandu Laut.png_white.png

Jl. Merdeka No.312, Pangandaran, Jawa Barat | 0823 1021 1794  aku@pandulaut.org

© 2022 pandulaut.org. All rights reserved.

  • TikTok
  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
CONTACT US
bottom of page